" } }

Berkembang Pesat, Kedai Kopi di Indonesia Terbanyak di Dunia

Berkembang Pesat, Kedai Kopi di Indonesia Terbanyak di Dunia
Photo by Nathan Dumlao / Unsplash
Daftar Isi
⏱️ Artikel ini dapat diakses secara bebas hingga pukul 19:00 pada

Produksi kopi yang melimpah dan tradisi minum kopi di Indonesia telah mengembangkan iklim usaha melalui kedai kopi. Berdasarkan pemetaan terbaru dari Point of Interest (POI) per November 2025, Indonesia menduduki peringkat pertama di dunia dengan jumlah kedai kopi mencapai angka fantastis, yakni 461.991 lokasi.

Angka ini jauh melampaui negara-negara besar lainnya, seperti China yang berada di posisi kedua dengan 190.000 kedai dan Amerika Serikat di posisi ketiga dengan 145.294 kedai. 

Posisi ini menegaskan bahwa budaya mengonsumsi kopi bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan ekonomi masyarakat di berbagai penjuru Indonesia, mulai dari kota besar hingga pelosok desa.

Masifnya jumlah kedai kopi di Indonesia berbanding lurus dengan statusnya sebagai kekuatan utama di sisi hulu produksi. Sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia, Indonesia memproduksi sekitar 10,7 juta karung (berat 60 kilogram per karung) pada tahun 2024. 

Ketersediaan biji kopi di Indonesia, tidak saja berlimpah, tetapi juga berkualitas dan beragam jenisnya. Mulai dari Arabika Gayo hingga Robusta Lampung, misalnya, membuka peluang untuk semakin menjamurnya kedai kopi.

Menariknya, meskipun Indonesia memimpin dalam jumlah kedai kopi, profil konsumsinya menunjukkan karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan negara-negara Barat. Berdasarkan data International Coffee Organization (ICO), Indonesia menempati peringkat ke-7 dunia dalam volume konsumsi kopi tahun 2024 dengan total 288,36 ribu ton. 

Posisi tersebut berada di bawah Amerika Serikat yang memimpin dengan konsumsi 1.599,06 ribu ton dan Brasil di posisi kedua dengan 1.320 ribu ton. Hal ini mengindikasikan bahwa meski jumlah titik penjualan di Indonesia sangat banyak, volume konsumsi per kapita atau total penggunaan biji kopi masih relatif rendah. Hal ini mengindikasikan masih terdapat ruang pertumbuhan yang sangat besar dibandingkan negara konsumen utama lainnya.

Dominasi Indonesia dalam jumlah kedai kopi yang mencapai hampir setengah juta lokasi ini mencerminkan gaya hidup dan fungsi sosial dari kopi itu sendiri. Di Indonesia, kedai kopi atau warung kopi (warkop) tidak hanya berfungsi sebagai tempat membeli secangkir kopi, tetapi juga sebagai ruang ketiga bagi masyarakat (selain rumah dan kantor) untuk berinteraksi, berdiskusi, bahkan bekerja. 

Struktur pasar kedai kopi yang didominasi oleh unit usaha kecil dan menengah ini menciptakan ekosistem ekonomi yang unik, di mana kopi menjadi penggerak roda ekonomi kreatif yang masif di tingkat mikro. Hal ini berbeda dengan pasar Amerika Serikat atau Eropa yang lebih terkonsentrasi pada konsumsi volume besar.

Baca selengkapnya