Lidi sawit merupakan komoditas unggulan yang bisa menghasilkan keuntungan luar biasa karena permintaan terhadap komoditas ini cukup tinggi terutama di negara Asia Selatan.
CV Kahaka Internasional telah melakukan ekspor lidi sawit sebanyak 622 kontainer dari tahun 2020 hingga 2024 dengan nilai mencapai US$ 3,5 juta.
Pemilik CV Kahaka Internasional Rianto Aritonang mengatakan negara tujuan utama ekspor lidi sawit adalah Pakistan, India, Nepal, Vietnam, Singapura, dan Bangladesh dengan rata-rata ekspor 12 hingga 15 kontainer per bulan.
Kebanyakan lidi sawit digunakan untuk produk kerajinan seperti sapu lidi, keranjang dan vas.
Awal mula Rianto mulai tertarik mengembangkan komoditas lidi sawit ini ketika melihat teman-temannya yang bekerja sebagai pengepul pinang kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19.
Rianto yang tumbuh besar di perkebunan kelapa sawit dan bekerja sebelumnya sebagai engineer di industri perkapalan mulai mencari informasi tentang bisnis ekspor. Peluang pertama terlihat dari ekspor buah pinang ke negara-negara Asia Selatan. Tidak berhenti di situ, Rianto melakukan eksplorasi peluang ekspor lainnya.
“Saya menyadari bahwa di Sumatera memiliki banyak perkebunan kelapa sawit, dan pelepah sawit selalu terbuang setiap panen dua minggu sekali. Saya berbicara dengan pembeli dan meyakinkan mereka untuk mencoba lidi sawit karena sayang pelepah sawit itu dibuang padahal bernilai tinggi,” ujar dia kepada SUAR ketika ditemui di sela acara TEI 2025 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten (15/10).
Pada November 2020, ia berhasil ekspor perdana ke India dan ternyata direspon positif.Ekspor lidi dari limbah sawit tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sawit mitra CV Kahaka Internasional.
Untuk memenuhi bahan baku lidi sawit yang berasal dari limbah, CV Kahaka Internasional bermitra dengan lebih dari 300 petani sawit yang tersebar di 15 lokasi di Pulau Sumatera dan Jawa, seperti di Siantang, Dumai, Lampung, dan Pemalang.
Rianto berencana untuk memperluas pasar ekspor lidi sawit ke negara-negara Eropa dan Australia yang memprioritaskan produk ramah lingkungan. Saat ini CV Kahaka Internasional dengan dibantu oleh LPEI dan lembaga pemerintah lainnya sedang memperkuat hubungan dengan buyer Eropa dan Australia untuk penetrasi pasar ekspor ke negara-negara baru.
Mendukung TEI 2025.
Rianto juga mendukung pameran TEI 2025 ini karena bisa menjembatani produsen dalam negeri dengan buyers internasional.
Pada hari pertama TEI 2025 ini, ia akan bertemu dengan calon buyers dari Vietnam yang akan melihat kualitas lidi sawit Indonesia.
Manfaat utama Trade Expo bagi eksportir seperti dirinya adalah platform pertemuan bisnis yang bisa memfasilitasi pertemuan antara eksportir dan ribuan buyer internasional, baik secara langsung maupun melalui business matching.
Memperluas pasar dan menjadi etalase untuk memamerkan produk unggulan ke pasar global, yang dapat membantu menembus pasar baru.
“Selama TEI berlangsung, kemungkinan terjadinya kontrak pembelian barang secara langsung di lokasi pameran tinggi, yang diharapkan berlanjut ke tahun-tahun mendatang,” ujar dia
TEI juga menjadi wadah untuk membangun dan memperkuat jaringan bisnis dengan mitra potensial dari berbagai negara.