" } }

Realisasi Investasi Tumbuh Ditopang PMDN

Realisasi Investasi Tumbuh Ditopang PMDN
Photo by Jp Valery / Unsplash
Daftar Isi

Data realisasi investasi menunjukkan tahun 2024 menjadi titik balik di mana porsi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mulai mengimbangi Penanaman Modal Asing (PMA).

Pada tahun 2025, realisasi PMDN melonjak tajam mencapai Rp 1.030,30 triliun atau naik 26,6%. Angka ini melampaui realisasi PMA yang tercatat sebesar Rp 900,9 triliun pada periode yang sama. Pergeseran ini menandakan penguatan struktur modal domestik yang menggerakkan roda perekonomian nasional.

Meskipun secara proporsional kontribusi asing terlihat melandai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, total realisasi investasi Indonesia secara keseluruhan tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pada tahun 2025, total investasi mencapai Rp 1.931,2 triliun, tumbuh sebesar 12,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan dalam dua tahun terakhir mencatat investasi domestik kini mampu menjadi penopang bagi stabilitas ekonomi nasional, memastikan target-target pembangunan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global yang fluktuatif.

Jika dilihat berdasarkan subsektor unggulan, pada kategori PMA, sektor industri hilirisasi menjadi primadona utama, dipimpin oleh Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya yang menyerap investasi sebesar USD 14,6 miliar atau sekitar 26,0% dari total PMA. Fokus asing pada sektor ini menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi pemerintah menjadi daya tarik kuat bagi investor global, terutama untuk komoditas yang memiliki nilai tambah tinggi di pasar internasional.

Sementara itu, PMDN justru mendominasi sektor-sektor strategis yang mendukung konektivitas dan infrastruktur dalam negeri. Sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi menempati urutan pertama realisasi PMDN dengan nilai Rp 158,6 triliun (15,4%). Selain itu, sektor Pertambangan juga menjadi titik temu minat kedua jenis investor, di mana sektor ini menempati posisi kedua baik di PMA (USD 4,7 miliar) maupun PMDN (Rp 123,8 triliun).

Realisasi di tahun 2025 memberikan gambaran optimistis ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada arus modal dari luar negeri. Dengan kontribusi PMDN yang kini menembus angka seribu triliun, perekonomian nasional akan lebih mandiri.

Pemerintah perlu terus menjaga momentum ini dengan memastikan sektor-sektor padat karya seperti jasa dan perdagangan tetap tumbuh, sembari terus mendorong realisasi investasi di sektor manufaktur untuk memperkuat fundamental ekonomi jangka panjang.

Baca selengkapnya