Sejak beberapa tahun terakhir, Bank BNI telah menghadirkan solusi digital yang inovatif dalam bentuk BNI Mobile Banking dan BNIdirect demi mendorong pertumbuhan CASA. Bank BNI sebagai bagian dari ekosistem perbankan nasional memiliki kerangka strategi transformasi digital seperti pengembangan wondr by BNI yang merupakan personal transaction platform.
Jumlah pengguna wondr by BNI pada akhir tahun 2025 pun tercatat melebihi 12 juta pengguna, tingkat keaktifan transaksinya pun jauh lebih tinggi dibandingkan dengan platform yang dikembangkan oleh BNI sebelumnya, sehingga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan CASA secara signifikan.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, pihaknya berhasil menghadapi tekanan eksternal seperti penyesuaian arah kebijakan moneter global, hingga meningkatnya volatilitas ekonomi, sehingga model bisnis BNI yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan telah terbukti mampu bertahan dengan baik.
“Sepanjang 2025 kami menghadapi tekanan eksternal yang tidak ringan. Namun BNI mampu menjaga pertumbuhan yang sehat dengan fokus pada pendanaan yang kuat, disiplin risiko, serta ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif,” kata Putrama dalam siaran pers, Selasa (03/02/2026).
Sedangkan platform BNIdirect yang mencakup layanan cash management, trade finance, bank guarantee, dan juga supply chain financing untuk segmen korporasi dan bisnis juga terus disempurnakan sebagai strategi transformasi digital.
BNIdirect sepanjang tahun 2025 juga mencatat pertumbuhan jumlah pengguna yang signifikan, nilai transaksinya pun meningkat lebih dari 25% (yoy), sehingga berkontribusi terhadap penguatan dana giro korporasi.
Kinerja solid, pendanaan kuat
BNI Pada tahun lalu juga berhasil menutup tahun dengan kinerja yang solid. Tercatat sepanjang tahun 2025 pertumbuhan kredit BNI sebesar 15,9% secara year-on-year (yoy). Kinerja solid tersebut didukung dengan ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif, serta ditopang dengan struktur pendanaan yang semakin kuat. Hal itu pun terlihat dari struktur pendanaan CASA yang semakin solid.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan, pertumbuhan kredit ini mencerminkan kinerja intermediasi BNI yang tumbuh positif, solid, dan berimbang secara keseluruhan, di tengah tantangan ekonomi global. “Strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global,” ucap Paolo.
Pertumbuhan CASA pun tercatat sebesar 28,9% (yoy), ditopang dengan pertumbuhan giro sebesar 43,8% (yoy), dan tabungan sebesar 11,2% (yoy). Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau CAR juga jauh di atas ketentuan regulator atau mencapai 20,7%, yang mana memberikan ruang untuk BNI dalam ekspansi bisnis dan antisipasi risiko.
Momentum peningkatan kinerja keuangan ini utamanya terlihat di kuartal IV-2025, di mana Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) BNI tercatat sebesar Rp9,4 triliun yang mana lebih besar apabila dibandingkan dengan tiga kuartal sebelumnya. Akselerasi PPOP ini juga didorong dengan pertumbuhan net interest income (NII) yang secara kumulatif dibukukan sebesar Rp40,3 triliun.
Kualitas aset Bank BNI juga memperlihatkan perbaikan berkelanjutan, terlihat dari penurunan rasio non-performing loan (NPL) bruto sebesar 1,9% atau membaik 10bps yoy, dan juga loan at risk (LaR) 8,5% atau membaik 1,8% (yoy).
Paolo juga mengungkapkan tingkat pencadangan yang kuat dalam mengantisipasi potensi tekanan risiko ke depannya juga terlihat dari NPL coverage ratio yang mencapai 205,5% dan LaR coverage ratio mencapai 46,9%.
“Kami terus memperkuat proses underwriting, pemantauan portofolio secara granular, serta penanganan kredit bermasalah secara dini. Pemanfaatan data analytics dan early warning system menjadi kunci untuk menjaga kualitas aset tetap terkendali,” jelasnya.
Pembiayaan berkelanjutan
Sepanjang tahun 2025 Bank BNI juga memiliki portofolio pembiayaan berkelanjutan yang disalurkan ke berbagai sektor diantaranya energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan, pengelolaan air dan limbah, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Risk Management BNI David Pirzada mengungkapkan total dana pembiayaan berkelanjutan yang disalurkan oleh BNI ke berbagai sektor di tahun 2025 tersebut mencapai hingga Rp197 triliun atau setara dengan 22% dari total kredit BNI. BNI pun ke depannya masih akan terus memperluas pembiayaan pada sektor-sektor tersebut khususnya sektor yang bergerak di ekonomi hijau.
“Keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi telah menjadi fondasi strategi bisnis BNI dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata David.

Strategi jangka panjang BNI ini meliputi penerapan prinsip environmental, social, and government (ESG), dan juga Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Di tahun 2025, BNI telah menerbitkan Sustainability bond dengan peringkat idAAA dan Second Party Opinion (SPO) dari Sustainalytics dengan hasil credible and impactful senilai Rp5 triliun.
Kinerja solid dari BNI ini juga terlihat sepanjang tahun 2025, di mana digitalisasi dan CASA berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan. Di periode tersebut, BNI mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) 29,2% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp805,5 triliun menjadi Rp1.040,8 triliun, dan juga CASA menjadi Rp726,0 triliun pada 2025, naik 28,9% (yoy) dari tahun sebelumnya sebesar Rp563,3 triliun.
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Treasury & International Banking Abu Santosa Sudradjat terjadi akibat strategi transaksi digital BNI yang agresif sehingga mampu menimbulkan pertumbuhan yang signifikan. “Porsi dana murah ini memperkuat struktur pendanaan dan menekan biaya dana, menjaga profitabilitas tetap sehat,” jelasnya.
Febry Febriana Nadeak, dan Gema Dzikri